Industri Pengolahan Dominasi Investasi di Majalengka

Industri Pengolahan Dominasi Investasi di Majalengka

CakrawalaMedia,MAJALENGKA – Industri pengolahan dominasi investasi di Majalengka. Sektor industri pengolahan mendominasi investasi yang dilakukan para pemodal di Kabupaten Majalengka. Hal itu diungkapkan Bupati Majalengka, Eman Suherman.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, investasi di Kabupaten hingga September 2025 mencapai Rp 2 Triliun lebih. Investasi yang masuk tersebut sebagian besar mengarahkan pada sektor industri pengolahan. Seperti garmen, sepatu, tas, serta makanan dan minuman. Sektor properti khususnya real estate juga menjadi pilihan usaha lainnya yang dilakukan investor.

Kehadiran investor yang berusaha di Kabupaten Majalengka berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat. Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Barat, total investasi  di Kabupaten Majalengka bisa menyerap 18.933 tenaga kerja.

“Dari seluruh investasi yang masuk paling dominan adalah industri pengolahan seperti Sepatu, garmen, tas, makanan minuman kemudian disusul sektor properti seperti real estate,” kata Eman, Minggu (16/11/2025).

Kabupaten Majalengka memiliki sejumlah keunggulan yang menarik minat investor berinvestasi. Keunggulan geografis Majalengka yang dilintasi dua ruas jalan tol, serta keberadaan Bandara Kertajati, menjadi salah satu alasan makin derasnya investasi. Kabupaten Majalengka juga masuk dalam kawasan pengembangan Rebana Metropolitan.

“Aksesibilitas yang kuat dan stabilitas daerah membuat Majalengka semakin dilirik. Investor melihat Majalengka sebagai lokasi yang aman dan potensial,” ujarnya.

Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagai pemerintah daerah. Dalam hal ini pemerintah daerah, terus melakukan berbagai upaya agar para investor menanamkan modalnya di Kabupaten Majalengka. Sehingga makin membuka ruang bagi terbukanya berbagai sektor usaha yang membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat.

Eman juga mengungkapkan dalam rangka hal tersebut, saat ini Pemkab Majalengka tengah mempersiapkan sejumlah strategi untuk lebih memperkuat daya saing investasi. Revisi RTRW juga tengah dilakukan, termasuk perbaikan sistem pelayanan perizinan.

Sementara itu Kepala DPMPTSP Majalengka, Ucu Sumarna memaparkan bahwa, tren investasi sejauh ini didominasi oleh pemodal baru bersamaan dengan para pelaku lama yang memperluas kegiatan usahanya.

Ia juga mengungkapkan adanya beberapa tantangan regulasi yang harus disiasati, termasuk proses penyesuaian terhadap PP 28 Tahun 2025 serta kebutuhan stabilisasi sistem OSS yang saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. (C-03)

Bagikan :
CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)