Perbaikan Sekolah Rusak Jadi Prioritas Pemkab Majalengka

Perbaikan Sekolah Rusak Jadi Prioritas Pemkab Majalengka

CakrawalaMedia – Perbaikan sekolah rusak jadi prioritas Pemkab Majalengka. Perbaikan sarana pendidikan diberbagai tingkatan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka pada Tahun Anggaran 2025.

Untuk menangani kerusakan pada sekolah-sekolah yang tersebar di berbagai daerah, tahun ini Pemkab Majalengka telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 45 miliar. Pembiayaan perbaikan kerusakan bangunan sekolah di berbagai jenjang tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Dana Alokasi Umum (DAU).

Rinciannya, DAK sebesar Rp.30,6 dan DAU sebesar Rp15 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi sarana pendidikan di tingkat TK, SD dan SMP. Bupati Majalengka, H.Eman Suherman masih ada ratusan ruang kelas di wilayahnya yang memerlukan penanganan atau perbaikan.

Kondisi ruang kelas yang tidak mememadai akan menjadi kendalam dalam proses belajar dan mengajar (KBM). Berkenaan dengan kondisi yang ada, maka Pemkab Majalengka menjadikan perbaikan sarana pendidikan sebagai salah satu priritas pembangunan daerah.

Ketersedian anggaran menjadi kendala yang dihadapi pemerintah dalam melakukan rehabilitasi ataupun pembangunan ruang kelas. Pasalnya untuk melakukan rehab pada ratusan ruang kelas tersebut membutuhkan biaya yang tidak kecil. 

Meski demikian ditengah keterbatasan anggaran dan efisiensi, Pemkab Majalengka tetap berusaha semaksimal mungkin. Diantaranya dengan mengajukan kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat untuk rehabilitasi sekolah.

“Kami melakukan upaya semaksimal mungkin, melakukan komonikasi pendekatan pada pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan sarana prasarana pendidikan ini,”kata Bupati Eman Suherman, Selasa (16/9/2025).

Disisi lain Bupati meminta Dinas Pendidikan untuk aktif melakukan monitoring serta evaluasi kondisi sekolah di lapangan, dan memastikan pihak sekolah  melaporkan tentang kerusakan yang ada.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’rup menjelaskan, berdasarkan data saat ini, tercatat ada  280 ruang kelas SD hingga SMP dalam kondisi  rusak berat. Kondisi ruang kelas dalam katagori ini sangat memprihatinkan, diantaranya kondisi atap yang rawan ambruk sehingga membahayakan guru atau peserta didik.

” Tentu itu menjadi keprihatianan kita. Kita terus berusaha dan mencari cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, tentunya penanganan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan anggaran yang tersedia,”jelasnya. (C-03)

Bagikan :
CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)