
Pengusaha Bermental Maling Gerogoti Pemerintahan Hade
CakrawalaMedia – Pengusaha bermental maling gerogoti Pemerintahan Hade. Dugaan praktek curang yang dilakukan oknum pengusaha bermental maling dinilai mulai menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah (Pemda) Majalengka dibawah kepemimpinan Bupati Eman Suherman-Dena Muhamad Ramdhan (Hade).
Prilaku curang oknum pengusaha, mulai pencurian volume pekerjaan sampai jual beli proyek, ditengerai masih teris terjadi sehingga bisa berimplikasi pada tingkat kepercayaan publik pada pemda. Praktek curang yang berimbas pada buruknya kualitas proyek pemerintah selama bertahun-tahun merupakan bagian penting dari langkah yang akan dilakukan Bupati Eman Suherman dan Dena Muhamad Ramdhan untuk membawa Majalengka ke arah yang lebih baik.
Namun rupanya untuk mewujudkan tekad yang mendapat dukungan lebih dari 60 persen masyarakat Majalengka itu bukan perkara mudah bagi pemerintah. Cengkraman oknum pengusaha bermental maling rupanya masih begitu kuat, sehingga praktek nakal yang berpotensi merugikan keuangan negara masih leluasa dilakukan.
Kedatangan elemen masyarakat ke DPRD Majalengka pada Selasa, 9 September 2025 menjadi indikasi bagaimana kecurangan dalam pelaksanaan proyek pemerintah masih dilakukan oleh oknum pengusaha nakal.
Dalam audensi bersama Komisi III DPRD Majalengka, elemen masyarakat yang tergabung dalam LSM dan ormas mengungkapkan, bahwa di lapangan masih cukup banyak ditemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek-proyek pemerintah.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahudin memberikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan masyarakat. Aspirasi yang menjadi bentuk kekecewaan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan poyek yang dibiayai pemerintah yang masih berlanjut di awal pergantian pemerinatahan daerah.
Politisi PKS ini meminta pemerintah untuk tidak mengabaikan temuan-temuan dalam pelaksanaan proyek pemerintah. “Dewan siap berkolaborasi bersama masyarakat mencari solusi agar persoalan ini tidak didiamkan, harus ada langkah kongkrit yang harus dilakukan,”ujarnya.
Praktek curang oknum pengusaha bermental maling tak hanya dilakukan dalam tataran pelaksanaan. Kecurangan ditengerai sudah mulai terjadi sejak tahapan sebelum pelaksanaan pekerjaan (administrative).
Indikasi terjadinya transaksi jual beli proyek yang mungkin luput dari pantauan atau pengawasan pemerintah. Indikasi itu didasarkan hasil penelusuran yang dilakukan kelompok masyarakat pada sejumlah proyek milik pemerintah yang tengah berjalan.
“ Kita prihatin karena praktek ini diduga melibatkan pengusaha yang katanya dekat dengan penguasa. Tentu ini sangat disayangkan, karena akan mencederai keinginan kuat pemerintahan hari ini. Bila didiamkan, praktek curang yang sudah bertahun-tahun terjadi ini akan menurunkan kepercayaan masyarakat pada pemerintahan sekarang,”ujar salah satu pegiat sosial di Majalengka. (C-01)
